Oknum Pekerja Antam Pongkor Diduga Terima Upeti Ratusan Juta Sekali Shif Untuk Loloskan PETI ke Area Vital Tambang

Oknum Pekerja Antam Pongkor Diduga Terima Upeti Ratusan Juta Sekali Shif Untuk Loloskan PETI ke Area Vital Tambang

SwaraJabar.com | Bogor – Industri pertambangan emas Pongkor kembali diguncang isu panas. Polemik besar kini mencuat ke permukaan setelah munculnya dugaan kongkalikong antara Penambang Emas Tanpa Izin (PETI) dengan oknum internal keamanan PT Aneka Tambang (Antam) Tbk milik BUMN. 

Dugaan kuat (PETI) masuk ke area tambang emas Pongkor bekerjasama dengan oknum Keamanan, oknum karyawan dan supir Tambang Antam, terlibat dalam praktik “main mata” tersebut. Ketika seorang inisial (Hj. BL) Pembeli Waktu (Bos PETI). Yang menginginkan bongkahan urat emas Antam berkualitas tinggi, kepada perantara inisial (Ag, & Oy) sebagai pencari pembeli waktu juga (Utusan Bos Peti). (Ag & Oy) Bertemu dengan inisial (DK & Er). (DK & Er)  diduga Sebagai penyambung ke pihak oknum karyawan, keamanan dan sopir perusahaan Antam agar dapat meloloskan penambang emas tanpa izin (PETI). Biasa dengan sapaan gurandil masuk Ke areal Aneka Tambang pongkor.

Kerjasama sistematis tersebut antara utusan Bos Peti serta perantara/penjembatan ke Oknum karyawan, oknum keamanan dan sopir Antam mendapatkan angka kesepakatan (deal). Setoran begitu Fantastis berupa Uang sebesar Rp.200jt ke pihak oknum Antam. Diduga dibayarkan sebagai “satu kali tiket masuk” sekaligus jaminan keamanan agar para gurandil bisa masuk mengambil bongkahan emas berkualitas tinggi dari urat emas (vein) di dalam tambang.

Setelah aksi kongkolingkong tersebut berhasil didapatkan oleh pihak PETI, namun dimasyarakat menimbulkan polemik diantara para penambang emas ilegal yang merasa tidak sejalan dengan penambang emas ilegal lainnya mengenai tiket masuk.  Hal ini menimbulkan spekulasi adanya “jalur belakang” yang memungkinkan para PETI biasa dapat meraup keuntungan besar. 

Oknum karyawan Antam dan pihak keamanan menyalahgunakan wewenang memberi ruang waktu/meloloskan penambang peti masuk ke area tambang, serta di bantu oleh oknum supir yang memang bekerjasama sistematis mengeluarkan hasil tambang urat emas berkualitas tinggi antam untuk peti. 

Akibat perbuatan dari oknum karyawan dan keamanan serta supir tersebut diduga negara dapat dirugikan ratusan juta bahkan sampai miliaran rupiah. Karena kebocoran dari dalam PT Aneka Tambang. 

Langkah Pihak Berwenang aneka tambang secara harus bertanggung jawab menyelidiki siapa oknum yang bermain dari internal Antam. Seperti mengaudit Akses Keamanan. Memeriksa log masuk dan rekaman CCTV di titik-titik krusial. Menelusuri dugaan aliran dana sebesar Rp.200jt sampai Rp.350juta tersebut melalui transaksi langsung maupun dengan cara Transfer kepada oknum yang terlibat. Pihak Antam yang dirugikan harus segera melaporkan kepada APH setempat. Melimpahkan kasus ini ke pihak kepolisian jika ditemukan unsur pidana korupsi dan pencurian aset negara.

Sehingga berita ini diturunkan, sebagai referensi untuk tidak lanjut liputan berikutnya.  (*/Red-Rhidayat).

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *